Mei 25, 2024

Minyak Paling Termurah Se Indonesia

Seputar konten Minyak Termurah di Indonesia

Minyak Solar Yang Terbaik 2023

6 min read
Kegunaan Dari Bahan Bakar Diesel/Minyak Solar

Kegunaan Dari Bahan Bakar Diesel/Minyak Solar

Minyak Solar – Bahan bakar diesel adalah salah satu jenis bahan bakar yang banyak digunakan di seluruh dunia. Bahan bakar ini digunakan terutama untuk mesin diesel pada kendaraan seperti truk, bus, dan kapal laut. Diesel juga digunakan untuk mesin pembangkit listrik dan aplikasi industri lainnya. Artikel ini akan membahas jenis-jenis bahan bakar diesel, kelebihan, dan kekurangan.

Apa Itu Diesel (Solar)?
Minyak Solar Diesel dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai solar. Diesel adalah cairan bahan bakar yang terbentuk dari molekul hidrokarbon kompleks dengan titik didih 150°C sampai 380°C pada proses destilasi minyak bumi. Kualitas bahan bakar solar ditentukan oleh seberapa tinggi angka setana dalam kandungan diesel tersebut. Dimana rentang angka setana berada pada kisaran pengukuran angka 1-100. Semakin tinggi nilai setana sebuah hasil olahan diesel, maka ia akan semakin cepat terbakar dan memiliki kemurnian yang tinggi.

Minyak Solar Diesel dengan setana yang tinggi bekerja semakin efektif dan efisien sehingga menghasilkan emisi yang rendah. Berbanding terbalik, bahan bakar solar dengan setana yang rendah tidak dapat menjalankan mesin dengan efektif. Diesel dengan setana rendah memperlambat kinerja mesin sehingga menghasilkan nilai emisi yang jauh lebih tinggi. Sehingga dapat menimbulkan pencemaran bagi lingkungan. Banyak negara di dunia telah menetapkan standar angka setana bagi solar. Standarisasi tersebut, yakni mewajibkan pengolahan dan penggunaan solar dengan setana minimum pada angka 40-51.

Cara Kerja Sistem Bahan Bakar Diesel

Minyak Solar Diesel atau solar hanya digunakan pada mesin diesel. Bahan bakar ini diperoleh dari destilasi fraksi minyak bumi yang memiliki tingkat volatil rendah. Atau dapat dikatakan, fraksi diesel tidak mudah menguap jika dibanding dengan bensin. Oleh sebab itu, diesel mempunyai tekstur yang lebih tebal serta unsur energi yang lebih padat. Pada mesin diesel, bahan bakar dinyalakan bukan oleh percikan api, seperti pada mesin bensin. Pembakaran mesin diesel terjadi oleh panas dari udara yang dikompresi di dalam silinder. Panas udara tersebut berasal dari ahan bakar yang disuntikkan dalam bentuk semprotan ke udara panas terkompresi.

Baca Juga  Yuk ! Geng Cek 2 Cara Membuat Minyak Kelapa Dengan Muda

Minyak Solar Dengan volume yang sama, diesel melepaskan lebih banyak energi pada pembakaran dibanding bensin, sehingga mesin diesel umumnya menghasilkan penghematan bahan bakar yang lebih baik daripada mesin bensin. Selain itu, produksi solar memerlukan langkah pemurnian yang lebih sedikit daripada bensin, sehingga harga eceran solar atau diesel secara tradisional lebih rendah daripada bensin (tergantung pada lokasi, musim, dan pajak dan peraturan).

Minyak Solar Di sisi lain bahan bakar ini telah diformulasikan secara tradisional, menghasilkan jumlah yang lebih besar dari polutan udara tertentu seperti sulfur dan partikulat karbon padat. Langkah-langkah pemurnian ekstra dan mekanisme kontrol emisi yang diterapkan untuk mengurangi emisi tersebut dapat bertindak untuk mengurangi emisi dan meningkat nilai setana.

 

Jenis Bahan Bakar Diesel di Indonesia

Minyak Solar Berbagai negara di dunia, penggunaan bahan bakar ini tentu berbeda sesuai dengan teknik olahan dan kebutuhan negara tersebut. Di Indonesia, segala hasil pengolahan minyak bumi yang menjadi bahan bakar dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara, yakni PT. Pertamina. Dalam mengelola dan mengemas bahan bakar solar, Pertamina memproduksi tiga macam jenis bahan bakar diesel, berdasarkan angka setana dan kandungan sulfur yang terkandung di dalamnya:

1. Pertamina Dex
Minyak Solar Diesel jenis Pertamina Dex merupakan pengolahan bahan bakar dengan angka setana yang tinggi, yakni 53. Angka tersebut sesuai dengan angka standar internasional yang telah ditetapkan di berbagai negara, bahkan melebihi nilai minimum yang telah ditetapkan. Dengan angka setana 53, Pertamina Dex dipercaya mampu meningkatkan tenaga dan kinerja mesin. Selain itu, tingkat kemurniannya yang tinggi juga mampu menjaga lingkungan dengan emisi gas buang yang rendah. Selain emisi rendah dan tenaga yang lebih kuat, Pertamina Dex memiliki pembakaran yang lebih sempurna. Sehingga, menghasilkan suara mesin yang jauh lebih halus. Tingkat kandungan sulfur pada Pertamina Dex juga tergolong rendah. Sehingga dapat mencegah percepatan korosi tangki bahan bakar dan saluran bahan bakar menuju mesin.

Baca Juga  Ini Dia Bebarapa Manfaat Dari Minyak Kacang Tanah Terbaik 2023

2. Dexlite
Minyak Solar Sedikit berbeda dengan Pertamina Dex, Dexlite mempunyai nilai setana pada angka 51. Dexlite merupakan hasil olahan destilasi minyak bumi yang dicampur dengan minyak nabati sebesar 30%. Meskipun dicampur dengan minyak nabati, Dexlite mempunyai tenaga yang besar. Dexlite merupakan penerapan dari program Pertamina untuk mengurangi penggunaan minyak bumi pada kendaraan dan industri. Oleh sebab itu, Pada penggunaanya, Dexlite saat ini banyak digunakan pada mesin diesel dengan putaran tinggi, seperti pada sektor pertambangan, perkapalan, kendaraan pribadi, dll.

3. Solar
Minyak Solar Produk selanjutnya adalah solar. Solar adalah hasil pengolahan diesel dari pertamina yang memiliki angka setana minimum, yakni hanya pada angka 48. Selain memiliki angka setana yang lebih rendah, solar juga mengandung kandungan sulfur yang lebih tinggi dibandingkan dengan dexlite ataupun pertamina dex. Biasanya solar sering digunakan sebagai bahan bakar angkutan umum dan kendaraan logistik. Seperti bus dan truk.

Manfaat Bahan Bakar Diesel

Pada umumnya, diesel digunakan untuk menggerakkan mesin dengan putaran tinggi. Namun, untuk mengetahui lebih detail apa saja jenis pemanfaatan-nya, yaitu sebagai berikut:

1. Bahan Bakar Diesel untuk Kendaraan Umum

Sejak tahun 1920-an, kendaraan bus dan truk telah menggunakan solar sebagai bahan bakar utama mereka. Bahkan sampai saat ini pun, solar tidak dapat digantikan. Namun, untuk kendaran pribadi, tidak semua memakai diesel sebagai bahan bakar utama.

2. Bahan Bakar Diesel untuk Kereta Api

kereta-api

Setelah dahulu menggunakan batu bara sebagai bahan bakar utama kereta api, saat ini kereta api modern telah berganti bahan bakar yakni menggunakan diesel sebagai bahan bakar utamanya.

3. Bahan Bakar Diesel untuk Pesawat Terbang

Penggunaan diesel sebagai bahan bakar pesawat sempat tercetus pada tahun 1930 an. Pada era itu, banyak muncul rancangan pesawat dengan menggunakan diesel sebagai bahan bakar utama. Hal ini dikarenakan karena harganya yang murah, irit, tidak mudah terbakar, dan maintenance yang mudah. Namun seiring berjalanya waktu, diesel tidak lagi digunakan dalam pesawat terbang karena dinilai mempunyai massa yang terlalu berat.

Baca Juga  Menakjubkan! Ini Dia Rahasia Dibalik Minyak Bawang Putih Tahun 2023

Hal ini dapat dibandingkan dengan kebutuhan pesawat besar yang ada. Seperti contohnya, pada era 1930 an tersebut produk pesawat terbang hanya berupa pesawat penumpang kecil yang diterbangkan dengan satu baling-baling. Pesawat jenis ini tentu tidak digunakan untuk perjalanan yang jauh dan juga tidak menampung beban yang berat oleh sebab itu ia menggunakan diesel. Namun, pesawat terbang modern saat ini identik dengan ukuran yang besar, menampung banyak penumpang dan barang, serta digunakan untuk melakukan perjalanan yang jauh ke berbagai belahan dunia.

Massa diesel yang berat jika digunakan sebagai bahan bakar pesawat modern makan akan menambah beban dari pesawat dan dapat merugikan performa penerbangan pesawat tersebut. Oleh sebab itu pesawat terbang saat ini menggunakan avtur sebagai bahan bakar yang dinilai memiliki massa yang jauh lebih ringan namun dengan tenaga yang sama dengan diesel.

4. Bahan Bakar Diesel untuk Kendaraan Militer

Bahan Bakar Diesel untuk Kendaraan Militer
Karakteristik dari solar yang tidak mudah terbakar menjadikan ia sebagai pilihan utama untuk menjadi bahan bakar berbagai kendaraan militer. Solar sebagai bahan bakar kendaraan militer telah diinisiasi semenjak pasca perang dunia ke 2. Membuktikan bahwa pada perang pertama dan kedua, kendaraaan militer masih menggunakan bensin petroleum sebagai bahan bakarnya.

5. Bahan Bakar Diesel untuk Traktor dan Mesin Alat Berat

Hampir sama dengan kendaraan militer, penggunaan diesel sebagai bahan bakar utama mesin traktor dan alat berat juga distandarisasi pada pasca perang dunia ke 2.

Kesimpulan

Minyak solar juga memiliki beberapa kelemahan, termasuk emisi gas rumah kaca yang tinggi dan dampak lingkungan yang merugikan dari produksi dan penggunaannya. Selain itu, ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti minyak solar juga memiliki risiko geopolitik dan ekonomi yang signifikan.

Oleh karena itu, penggunaan minyak solar perlu dipertimbangkan secara hati-hati, dan alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan seperti energi terbarukan perlu ditingkatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.