Mei 25, 2024

Minyak Paling Termurah Se Indonesia

Seputar konten Minyak Termurah di Indonesia

10 Jenis Minyak Sayur dan Manfaat Yang Terbaik

6 min read
11+ Rekomendasi Merk Minyak Goreng

Mengenal Manfaat Minyak Zaitun

10 Jenis Minyak Sayur – Minyak sayur adalah salah satu jenis minyak yang sering digunakan dalam memasak. Minyak sayur dibuat dari bahan-bahan seperti biji bunga matahari, biji kedelai, jagung, dan kacang-kacangan lainnya. Minyak sayur memiliki banyak manfaat yang perlu kamu ketahui. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari minyak sayur yang perlu kamu ketahui.

10 Jenis Minyak Sayur dan manfaatnya bagi kesehatan

Ada banyak jenis minyak sayur yang sering digunakan untuk proses mengolah makanan. Kali ini kita akan mengulas sepuluh jenis minyak sayur yang paling sering digunakan.

1. 10 Jenis Minyak Sayur  zaitun atau olive oil

Minyak Zaitun

Minyak zaitun atau yang lebih dikenal sebagai olive oil merupakan minyak yang dihasilkan dari ekstraksi buah zaitun. Olive oil yang sering digunakan untuk membuat pasta atau lasagna ini memiliki jenis extra virgin olive oil. Perbedaannya, extra virgin olive oil tidak dimurnikan dan karenanya minyak jenis ini berkualitas tinggi.

Mengutip dari Alodokter, minyak zaitun mempunyai lima hingga 10 kali lemak sehat yang dibutuhkan tubuh. Minyak zaitun dapat mencegah penyakit kardiovaskular, menekan risiko kanker payudara, radang pankreas akut, gangguan hati, dan peradangan usus.

2. Minyak kelapa atau coconut oil

Minyak kelapa memiliki aroma yang khas dan biasanya sering digunakan untuk membuat kue. Serupa dengan olive oil, minyak kelapa juga memiliki jenis yang murni atau yang lebih dikenal sebagai virgin coconut oil (VCO). Jenis minyak ini memiliki kandungan antioksidan sehingga berpotensi untuk mencegah pembetukan plak di dinding pembuluh darah.

Baca Juga  Yuk ! Cek Manfaat Minyak Karo Yang Terbaik di 2023

3. 10 Jenis Minyak Sayur kelapa sawit atau palm oil

Minyak Kelapa Sawit

Mungkin sudah mendengar jika minyak ini diolah dari buah sawit yang dilumatkan. Minyak kelapa sawit juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Minyak kelapa sawit memiliki kandungan asam oleat dan linoleat yang tergolong asam lemak tidak jenuh, serta vitamin A dan E sebagai antioksidan.

Vitamin E di dalam kelapa sawit terdiri dari tocotrienol, yang dikenal berfungsi untuk mencegah kerja dari enzim pembentukan kolesterol.

4. 10 Jenis Minyak Sayur kanola atau canola oil

Yuhuu! Minyak kanola

10 Jenis Minyak Sayur  nabati yang diolah dari biji tanaman Canola (Brassica napus). Mengutip dari hellosehat, minyak kanola mengandung 63% lemak tak jenuh tunggal dan asam alfa-linoleat, turunan dari omega-3 sehingga dianggap mampu meningkatkan kesehatan jantung.

Meski demikian, sebaiknya minyak kanola tidak digunakan untuk menggoreng. Pasalnya, jika dipanaskan dengan suhu yang tinggi minyak ini akan mengalami oksidasi dan bereaksi dengan oksigen untuk membentuk radikal bebas dan senyawa berbahaya.

5. 10 Jenis Minyak Sayur  wijen atau sesame oil

10 Jenis Minyak Sayur Penyuka makanan korea seperti topokki pasti sering mendengar soal minyak wijen. Jenis minyak ini rupanya memiliki manfaat untuk kesehatan, antara lain menurunkan tekanan darah, mempercepat penyembuhan luka, mencegah penyakit jantung, mencegah kerontokan rambut, dan melindungi kulit dari paparan sinar UV.

6. 10 Jenis Minyak Sayur biji anggur

minyak biji anggur

 

10 Jenis Minyak Sayur Minyak sayur yang satu ini terbuat dari biji anggur yang sudah tidak terpakai setelah proses pembuatan wine. Kamu bisa menggunakan minyak ini untuk menggoreng maupun menumis. Atau, bisa juga  ditambahkan pada menu salad sayur.

7. 10 Jenis Minyak Sayur biji bunga matahari

minyak bunga matahari

10 Jenis Minyak Sayur Contoh minyak sayur selanjutnya adalah minyak biji bunga matahari. Minyak yang satu ini diklaim memiliki manfaat kesehatan yang salah satunya adalah untuk merawat kesehatan jantung. Hal ini dikarenakan kandungan lemak jenuhnya sangat kecil, yakni hanya sekitar 1 persen.

8. Minyak kacang kedelai

minyak kedelai

10 Jenis Minyak Sayur Kamu juga bisa memasak menggunakan minyak kacang kedelai. Jenis minyak sayur yang satu ini dapat digunakan untuk memasak dalam temperatur suhu yang tinggi. Sementara itu, manfaat minyak kedelai bagi kesehatan antara lain untuk mencegah penyakit jantung dan merawat kesehatan kulit.

Baca Juga  Yuk Intip 5 Fakta Minyak Kanola Yang Sehat Bagi Tubuh

9. Minyak alpukat

10 Jenis Minyak Sayur

10 Jenis Minyak Sayur Contoh minyak sayur lainnya adalah minyak alpukat. Dibanding minyak sayur lainnya, minyak alpukat memiliki kandungan lemak tak jenuh yang paling tinggi sehingga lebih menyehatkan lagi bagi tubuh.

10. Minyak Sayur

Jenis Minyak Nabati dan Kegunaannya

10 Jenis Minyak Sayur Istilah “minyak sayur” digunakan untuk merujuk pada minyak apa pun yang berasal dari sumber nabati.
Kebanyakan minyak sayur yang ada di pasaran adalah campuran minyak kanola, jagung, kedelai, safflower, kelapa sawit, dan bunga matahari. Minyak sayur yang didapat dari bahan nabati, kemudian diproses dan dimurnikan. Namun, sebagian besar minyak sayur yang diproduksi berasal dari minyak kelapa sawit.

Itulah 10 Jenis Minyak yang bisa digunakan untuk memasak dan fungsinya yang berbeda-beda.

Diketahui Penggunaan Minyak Goreng Sawit Hanya 3 Kali Memasak, Setelah Itu Harus Dibuang, Sudah Menjadi Racun!

Diketahui Penggunaan Minyak Goreng Sawit Hanya 3 Kali Memasak, Setelah Itu Harus Dibuang, Sudah Menjadi Racun!

Minyak goreg ada dua sumber, minyak kelapa, dan sawit. Untuk rumah tangga dan beberapa bisnis makanan, penggunaan minyak goreng sawit lebih umum. Karena banyak digunakan.

Tapi harus diingat, minyak goreng sawit memiliki batas kadaluarsa pakai untuk memasak.

Minyak goreng sawit batas toleransi penggunaannya hanya tiga kali memasak. Setelah itu harus dibuang, karena sudah menjadi racun bagi kesehatan manusia.

Dalam Jurnal Biomass and Bioenergy (2009), ahli dari Departemen Teknologi Kimia dan Lingkungan di Universidad Rey Juan Carlos, Spanyol, Luis Fernando Bautista dkk., menyatakan minyak sudah pernah digunakan memasak disebut jelantah dapat merusak kesehatan tubuh manusia.

Bahkan, minyak jelantah yang sering digunakan sebagai tambahan pakan ternak tetap berpotensi menimbulkan masalah kesehatan juga bagi manusia.

Maka dari itu, sejak 2002, negara-negara Uni Eropa sudah melarang penggunaan minyak jelantah sebagai tambahan pakan ternak.

Lebih berbahaya lagi, penggunaan minyak jelantah ini bahkan bisa menyebabkan kanker.

Dalam European Journal of Lipid Science and Technology (2007), peneliti dari Brandeis University, Waltham, Amerika Serikat, Kenneth C. Hayes dkk., mengungkap pemakaian minyak jelantah yang berulang-ulang akan meningkatkan gugus radikal peroksida yang mengikat oksigen, sehingga mengakibatkan oksidasi terhadap jaringan sel tubuh manusia.

Baca Juga  Wah ! Ini Dia 7 Minyak Kayu Putih Yang Terbaik

Tapi pemakaian minyak jelantah sampai tiga kali masih dapat ditoleransi dan dianggap baik, atau tidak membahayakan bagi kesehatan manusia.

Tapi, jika sudah lebih dari tiga kali, apalagi kalau warnanya sudah berubah menjadi kehitaman, maka minyak goreng ini sudah menunjukkan indikasi tidak baik atau harus dibuang.

Peneliti dari Universidad de Costa Rica, Kosta Rika, Edmond K. Kabagambe, dalam The Journal of Nutrition (2005), mengungkap pada minyak sawit, terdapat sekitar 45,5 persen asam lemak jenuh yang didominasi oleh asam lemak palmitat dan sekitar 54,1 persen asam lemak tak jenuh yang didominasi oleh asam lemak oleat.

Sedangkan pada minyak sawit yang sudah digunakan memasak, angka asam lemak jenuh jauh lebih tinggi daripada angka asam lemak tidak jenuhnya.

hal ini terjadi akibat reaksi hidrolisis dan oksidasi selama pemanasan saat digunakan untuk menggoreng.

Asam lemak jenuh sangat berbahaya bagi tubuh karena dapat memicu berbagai penyakit penyebab kematian, seperti penyakit jantung dan stroke.

Untuk diketahui, minyak goreng fresh, memiliki kandungan asam lemak tidak jenuh yang tinggi.

Tapi kadar asam lemak tidak jenuhnya akan semakin menurun jika minyak sering terkena panas, dan kadar asam lemak jenuhnya meningkat.

Minyak goreng yang sudah digunakan hingga empat kali akan mengalami proses oksidasi.

Proses oksidasi tersebut akan membentuk gugus peroksida dan monomer siklik.

Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan, gugus peroksida dalam dosis yang besar dapat merangsang terjadiya kanker kolon.

Selain itu, penggunaan minyak goreng berulang kali pakai alias jelantah dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dan diare.

Penting diingat, minyak goreng dengan pemanasan yang tinggi hingga mencapai suhu 200 derajal Celsius, maka minyak goreng akan teradsorbsi pada makanan.

Sehingga makanan yang digoreng bisa mengandung 5-40 persen minyak.

Hal ini tidak menjadi masalah selama minyak yang digunakan untuk menggoreng tidak rusak, yaitu sudah lebih dari tiga kali digunakan memasak..

Minyak goreng yang rusak dapat dikenali karena dapat menyebabkan tekstur, penampilan, cita rasa dan bau yang kurang enak pada makanan.

Dengan pemanasan minyak yang tinggi dan berulang-ulang, juga dapat terbentuk akolein, di mana akrolein adalah sejenis aldehida yang dapat menimbulkan masalah, seperti:

* Rasa gatal pada tenggorokan

* Membuat batuk

* Dapat mengakibatkan pertumbuhan sel kanker dalam hati dan pembengkakan organ, khususnya hari dan ginjal

* Pengendapan lemak dalam pembuluh darah (artherosclerosis)

* Penurunan nilai cerna lemak

* Penyakit jantung koroner

Jadi cuup gunakan minyak goreng sawit sebanyak tiga kali memasak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.